Perpustakaan desa Sapuran Al-Bidayah menjuarai lomba perpustakaan desa tingkat nasional 1 di Jakarta. Perpustakaan yang berada di daerah kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah ini menjuarai lomba perpustakaan tingkat desa setelah melalui fase 12 besar pada penjurian sebelumnya. Grand Final dilaksanakan di Hotel Menara Peninsula Jakarta pada 25 Oktober 2011-26 Oktober 2011. Fase akhir penjurian adalah dengan presentasi dari 12 perpustakaan desa dari masing-masing provinsi di Indonesia. Perpustakaan Al-Bidayah berhasil mengalahkan pesaingnya perpustakaan Arum dari Banjar Arum Kulon Progo Yogyakarta, dan rumah kreatif desa Cipelang Bogor Jawa Barat dengan total nilai 88. Kemenangan ini bukan sekedar kebanggan bagi para pengurus tetapi merupakan hasil dari kerja keras dan inovasi dari pimpinan perpustakaan Al-bidayah Dimas Ari pamungkas beserta jajaran pengurus yang di bantu oleh masyarakat Sapuran.
Gambar disamping menunjukkan saat presentasi dari kepala pepustakaan Al-Bidayah Sapuran Wonosobo. Waktu yang diberikan oleh dewan juri untuk melakukan presentasi hanyalah 15 menit tiap peserta lomba. Dengan memperoleh nomor undi delapan memberi kesempatan pada Kepala perpustakaan Al-Bidayah untuk mengatur strategi dan mempersiapkan apa saja perkiraan pertanyaan dari dewan juri. Berdasarkan mitolgi China angka delapan berarti juga kesempurnaan kebetulan juga kami juga mendpat angka delapan dalam presentasi dan mendapatkan juara pertama dalam lomba.

Dewan juri saat mencecar Dimas Ari Pamungkas dengan pertanyaan-pertanyaan. Dewan juri memberikan pertanyaan seputar aplikasi teknologi yang diterapkan oleh perpustakaan Al-Bidayah
yang belum dimanfaatkan betul oleh perpustakaan lain. Teknologi informasi yang ditawarkan tidak ketinggalan zaman tetapi dapat diakses dengan murah. Pemanfaatan website oleh perpustakaan sangat penting terutama dalam perkembangan perpustakaan elektronik yang membutuhkan teknologi internet dalam pengembangannya. E-book akan menjadi wacana kedepan.

Persiapan sebelum presentasi yang mendapat petunjuk dari kepala Perpusda Wonosobo mengenai hal-hal yang sangat esensial dalam penyampaian presentasi yang efektif. Hal ini dilakukan karena melihat presentasi dari peserta lain yang terlebih dahulu tidak efektif dan efisien . Hal ini menjadikan bahan evaluasi bagi perpustakaan Al-Bidayah dalam penyampaian presentasi. Hasil evaluasi ini membawa perpustakaan al-Bidayah menjadi juara 1 Nasional lomba Perpustakaan tingkat desa.
Pengumuman pemenang lomba oleh dewan juri yang disampaikan Trini Haryanti. Juara 3 lomba dimenangkan rumah kreatif desa Cipelang Bogor, juara 2 dimenangkan perpustakaan Arum desa Banjar Arum Kulon Progo, juara satu dimenangkan perpustakaan Al-Bidayah desa Sapuran Wonosobo Jawa Tengah. Kemenangan ini menjadi modal untuk menggambarkan perjuangan masyarakat Sapuran dalam memperluas pengetahuan melalui budaya membaca yang tersalurkan lewat keberadaan perpustakaan desa.
Writen by: Surono Picture By: Mameck
Gambar disamping menunjukkan saat presentasi dari kepala pepustakaan Al-Bidayah Sapuran Wonosobo. Waktu yang diberikan oleh dewan juri untuk melakukan presentasi hanyalah 15 menit tiap peserta lomba. Dengan memperoleh nomor undi delapan memberi kesempatan pada Kepala perpustakaan Al-Bidayah untuk mengatur strategi dan mempersiapkan apa saja perkiraan pertanyaan dari dewan juri. Berdasarkan mitolgi China angka delapan berarti juga kesempurnaan kebetulan juga kami juga mendpat angka delapan dalam presentasi dan mendapatkan juara pertama dalam lomba.
Dewan juri saat mencecar Dimas Ari Pamungkas dengan pertanyaan-pertanyaan. Dewan juri memberikan pertanyaan seputar aplikasi teknologi yang diterapkan oleh perpustakaan Al-Bidayah
yang belum dimanfaatkan betul oleh perpustakaan lain. Teknologi informasi yang ditawarkan tidak ketinggalan zaman tetapi dapat diakses dengan murah. Pemanfaatan website oleh perpustakaan sangat penting terutama dalam perkembangan perpustakaan elektronik yang membutuhkan teknologi internet dalam pengembangannya. E-book akan menjadi wacana kedepan.

Persiapan sebelum presentasi yang mendapat petunjuk dari kepala Perpusda Wonosobo mengenai hal-hal yang sangat esensial dalam penyampaian presentasi yang efektif. Hal ini dilakukan karena melihat presentasi dari peserta lain yang terlebih dahulu tidak efektif dan efisien . Hal ini menjadikan bahan evaluasi bagi perpustakaan Al-Bidayah dalam penyampaian presentasi. Hasil evaluasi ini membawa perpustakaan al-Bidayah menjadi juara 1 Nasional lomba Perpustakaan tingkat desa.
Pengumuman pemenang lomba oleh dewan juri yang disampaikan Trini Haryanti. Juara 3 lomba dimenangkan rumah kreatif desa Cipelang Bogor, juara 2 dimenangkan perpustakaan Arum desa Banjar Arum Kulon Progo, juara satu dimenangkan perpustakaan Al-Bidayah desa Sapuran Wonosobo Jawa Tengah. Kemenangan ini menjadi modal untuk menggambarkan perjuangan masyarakat Sapuran dalam memperluas pengetahuan melalui budaya membaca yang tersalurkan lewat keberadaan perpustakaan desa.
Writen by: Surono Picture By: Mameck








Alkhamdulillah. Ikut berbangga.
BalasHapusBoleh ga ya tak muat ulang di Kompasiana ?
(termasuk foto-fotonya)
silahkan mas kami malah senang kl ada yang mau berbagi
BalasHapussip, lanjutkan
BalasHapus