Minggu, 16 September 2012

PERANAN PERPUSTAKAAN AL-BIDAYAH DALAM PROGRAM NASIONAL

PERANAN PERPUSTAKAAN AL-BIDAYAH DALAM PROGRAM NASIONAL PENANGGULANGAN KEMISKINAN  
DIMAS ARI PAMUNGKAS,S.Pd.SD  
Ka.Perpus Al-Bidayah  
( Materi pada Rakor Nasional Perpusnas di Bali, 4 September 2012 )


Kebijakan Nasional

Dalam arah kebijakan nasional yang dikeluarkan oleh director penanggulangan kemiskinan, Badan perencanaan pembangunan nasional tahun 2007 bahwa prioritas kebijakan adalah efektivitas penanggulangan kemiskinan dengan focus diantaranya stabilitas harga bahan-bahan pokok; mendorong pertumbuhan yang pro-rakyat miskin; menyempurnakan dan memperluas cakupan 
program pembangunan berbasis masyarakat; meningkatkan akses masyarakat miskin kepada layanan dasar; membangun dan menyempurnakan system perlindungan social bagi rakyat miskin. Hal ini semata Tercipta : pertumbuhan, perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas, penurunan pengangguran. Dan tentunya demi tercapainya pertumbuhan millennium atau yang dikenal dengan millennium Development Golds ( MDGs ) dengan capaian target pada tahun 2015 adalah 7,5 persen
 
Peran Perpustakaan Al-Bidayah

Dari uraiannya singkat tersebut tentunya dengan adanya perpustakaan akan sangat berperan di dalam pencapaian program  nasional penanggulangan kemiskinan, hal ini tidak lepas juga dari peran perpustakaan albidayah diumurnya yang masuk tahun ke – 6 sudah sedikit banyak menyumbangkan ide kreatif maupun inovatifnya serta implementasi nyata didalam ikut serta berperan aktif pada penanggulangan kemiskinan.
Perpustakaan Albidayah melakukan pelbagai kegiatan yang sangat memberikan dampak yang positif dalam rangkaian peran sertanya pada program nasional tersebut diatas.
Sebagai bukti adalah dilakukannya kegiatan yang penulis sebut “ InEkSos Albidayah “.
Program kegiatan InEkSos yang dilakukan Albidayah merupakan penjabaran dari Informasi & layanan, Ekonomi dan Sosial.
 
A.    Kegiatan program Informasi dan Layanan 
Perpustakaan albidayah yang merupakan gudang koleksi dari berbagai disiplin ilmu yang bervariatif menawarkan bahan pustaka lebih dari 5.000 eksemplar yang dapat memberikan ide gagasan maupun informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka maupun masyarakat luas. Sebagai contoh koleksi serial sebagai informasi harian yang baru serta buku yang memberikan informasi dengan berbagai keunggulan masing-masing yang dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat sekitar.Selain itu dilengkapai dengan layanan yang diberikan perpustakaan albidayah yang semakin tahun semakin variatif.
Ada suatu upaya untuk mempengaruhi masyarakat agar berminat untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai rumah belajar. Promosi yang kami lakukan sebagai tidak lanjut dari pemberian informasi dan layanan yang terbaru di tahun 2012 adalah : Majalah " CaReMaosA " dan e - book.
 
A.    Kegiatan Program Ekonomi
Perpustakaan Albidayah selain memberikan informasi serta layanan juga memberikan suatu terobosan dalam bidang ekonomi. Hal ini dilakukan karena selain untuk menunjang usaha mandiri juga ingin memberikan suatu solusi nyata kepada masyarakat yang terutama masih dalam ranah ekonomi tak tentu atau kurang, sehingga dapat meningkatkan dan berdaya guna dalam peningkatan perekonomian masyarakat Sapuran.
Sebagai contoh pelaksanaan program ekonomi adalah dibentuknya kelompok minat baca yang terdiri dari : kerajinan topeng, kerajinan batik talonombo, makanan ringan dan telur asin, seni kaligrafi, sastra ( puisi / cerpen ).
Selain itu ditahun 2012 perpustakaan meningkatkan kesejahteraan dengan masyarakat  yang tergabung dalam koperasi albidayah yang sampai saat ini telah beranggotakan 28 anggota. Serta pengolahan usaha mandiri berupa perbengkelan serta olah limbah ( rongsok ) dan juga pertukangan mebel, yang kesemuanya dilakukan dengan tujuan peningkatan kualitas hasil perekonomian masyarakat serta kas perpustakaan secara mandiri

B.     Kegiatan program Sosial
Kegiatan social yang dilakukan sebagai upaya penghilangan kesenjangan diantara masyarakat sekaligus peningkatan rasa solideritas/kesetiawanan terhadap sesama dilingkungan masyarakat maupun pemustaka. Sebagai wujud kepedulian perpustakaan Albidayah dalam ranah social ini adalah dilakukannya kegiatan sebagai berikut :
1.      Santunan anak Yatim
Kegiatan santunan anak yatim yang dilakukan perpustakaan albidayah sudah berjalan dua tahun , pada tahun pertama ( 2011 ) perpustakaan albidayah baru bisa memberikan santuanan kepada tiga orang anak yatim. Tapi pada tahun 2012 tepatnya pada bulan  Agustus memberikan santunan pada 53 anak yang tersebar dari berbagai daerah. Hal ini diwujudkan dari kepedulian para masyarakat mampu yang kami ditribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sehingga jalinan social diantara mereka semakin baik dan meningkat.
2.      Pojok social
Kegiatan pada pojok social merupakan kegiatan penyediaan pakaian pantas pakai yang sudah mulai dibuka sejak Agustus 2012. Hal ini tentunya sangat mengena terutama bagi masyarakat miskin yang akhirya terwujud pada masyarakat yang meningkat rasa memiliki dan mengerti. Dari kegiatan ini penulis berharap masyarakat dapat mengalihkan pada kebutuhan pangan / lain yang menunjang ekonomi tanpa harus bingung memikirkan kebutuhan akan sandang atau pakaian.
3.      Santunan pinjam Usaha
Perpustakaan albidayah juga telah banyak memberikan solusi mudah dalam hal permodalan guna usaha tanpa harus bingung berpikir pada bunga yang besar. Melainkan bagi hasil yang ringan. Hal ini dilakukan biasanya dalam penjaringan masyarakat miskin yang mau berkarya dan merubah perekonomian.. sebagai contoh permodalan pertukangan, makanan ringan, telur, batik, rongsok, dan perbengkelan. Yang saat ini sudah berjalan lancar

Penutup

Penulis memberikan simpulan bahwa dengan berdirinya perpustakaan Albidayah yang semakin beragam serta inovatif dan pro pada masyarakat terutama masyarakat kurang mampu sangatlah berperan pada penanggulangan kemiskinan. Hal ini membuktikan jika perpustakaan dikelola baik dengan manajemen yang professional tentunya akan berdampak positif sehingga masyarakat memandang perpustakaan tidak sebelah mata dalam hal gudang buku saja , melainkan akan berpikir bahwa perpustakaan adalah sumber ilmu yang berakar pada kekayaan informasi, pemberdayaan sumber daya manusia, sumber pelaku dan penopang masyarakat dalam wadah kreatifitas ekonomi serta wadah penyempurna silaturahmi sekaligus penghilang kesenjangan social yang terbungkus rapi dalam kiprah Albidayah ber social.
Semua kegiatan yang dilakukan perpustakaan Albidayah merupakan  sumbangsih yang nyata demi tercapainya pertumbuhan millennium ( MDGs ) pada tahun 2015.
Kiranya dengan banyaknya perpustakaan umum yang berada di pedesaan , akan turut serta memberikan kontribusi yang nyata serta berperan dalam percepatan petumbuhan millennium / MDGs di Negara Indonesia ini.


Daftar Bacaan

Basuki, Sulistyo. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia, 1991.
MDGs dalam kebijakan nasional penanggulangan kemiskinan ( Pdf ). Jakarta : Direktorat Penanggulangan Kemiskinan , 2007

Jumat, 07 September 2012

Kepala Perpusnas Dra. Sri Sularsih, M.Si Buka Rakor

Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan Umum Desa/Kelurahan diselenggarakan oleh Perpusnas bertempat di Hotel Grand Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Rakor yang diikuti sebanyak 700 orang peserta dari seluruh perwakilan daerah se-Indonesia dibuka oleh Kepala Perpusnas, Dra. Sri Sularsih, M.Si. Senin (3/9) kemarin. Rakor diselenggarakan selama tiga hari dari tanggal 3-5 September 2012.
 
Sri Sularsih dalam sambutannya mengatakan peran perpustakaan desa/kelurahan sangat penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat mengingat posisi masyarakat di desa sangat jauh dari fasilitas yang menyediakan bahan pustaka. Oleh karena itu, kata Sularsih, perpustakaan desa/kelurahan perlu dikembangkan dan didayagunakan untuk kepentingan masyarakat guna menumbuhkembangkan minat baca masyarakat sebagai wahana belajar sepanjang hayat yang berakibat terciptanya sumber daya manusia yang handal. Pernyataannya sesuai dengan tema yang diusung dalam rakor “Menuju Desa Cerdas Optimalisasi Pemberdayaan Perpustakaan Desa”. Dalam memajukan perpustakaan desa/kelurahan Sri Sularsih pada akhir sambutannya mengajak semua elemen seperti Bappeda, BPMD provinsi, kabupaten/kota seluruh Indonesia dan semua perpustakaan provinsi/kota agar bersama-sama memberi dukungan dalam pembangunan perpustakaan desa/kelurahan ini.
 
Bagian lain ketua panitia rakor, Muhamad Syarif Bando, MM dalam laporannya mengatakan tujuan diselenggarakan rakor adalah untuk menyerap aspirasi, masukan, saran dan kritikan baik dari DPR RI, maupun pengelola perpustakaan baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota sampai di desa, termasuk dari instansi terkait seperti Bappeda, PMD, maupun praktisi dan LSM, guna dijadikan sebagai dasar perumusan kebijakan di tingkat nasional dalam rangka pembinaan, pengembangan, evaluasi dan peningkatan kualitas pengelolaan dan layanan perpustakaan kepada pemustaka.
 
Lebih lanjut Syarif Bando mengatakan selain sebagai upaya untuk menunjukkan eksistensi keberadaan dan perkembangan perpustakaan di Indonesia, rakor juga bertujuan untuk mendorong perhatian pemerintah (Eksekutif dan Legislatif) di pusat dan daerah agar dapat lebih meningkatkan anggaran perpustakaan. Dan yang terpenting menurutnya sasaran yang ingin diharapkan yaitu terwujudnya pengakuan masyarakat terhadap perpustakaan karena adanya manfaat yang dapat dirasakan langsung dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan membantu membuka lapangan kerja informal dengan penerapan berbagai macam buku-buku life skill atau buku-buku keterampilan.

Sumber : http://www.bapusip.baliprov.go.id/