[Foto] Tampilan masuk ke Ruang Taman Baca Al Bidayah.
Sesampai alun-alun Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo, berputar mencari kantor kelurahan pada sisi barat alun-alun. Kami menaiki jalan setapak menanjak berguyur rintik hujan di malam hari.
Kami melihat sebuah bangunan bertembok warna merah muda yang menjual berbagai macam makanan ringan dan kebutuhan rumah tangga serta pernak pernik lain. "Lhoh kok ada tulisan ' Tbm Al-bidayah Puntuksari Sapuran ' ? Ini warung apa TBM ? " kami berbicara dalam hati sambil ditunjukkan untuk masuk melalui pintu utama yang terletak di samping.
Kami masuk ke dalam warung, eh TBM maksud kami. Bukan membahas warung tersebut. Cukup langka, TBM yang pernah menjadi juara 1 TBM Kelurahan se Indonesia tahun 2011 ini memiliki warung sebagai usaha mandiri yang dikelola oleh pengurus sendiri. "Laba dari penjualan, sudah mencukupi pembelanjaan buku dan operasional TBM setiap bulan." tutur Dimas, pemilik TBM.
Pintu terbuka dan kami langsung masuk ke dalam TBM yang telah berpindah lokasi ketiga kalinya ini. Kami disambut oleh sebuah tokoh kartun asal Jepang yang terpajang pada samping rang buku. Super hero Saint Seiya berkostum warna putih ini memisahkan antara ornamen bebatuan berhias wayang dengan deretan rak lain. Tampak pada gambar, beberapa orang sedang asyik melihat admin pengelola TBM memainkan keyboardnya.
Area membaca lesehan (duduk di lantai) dan area membaca dengan kursi di atur dengan rapi. Desain interior tampak cantik dengan balutan warna hijau muda diberi wall sticker yang semakin memperindah tampilan. Warna hijau memang membuat mata menjadi lebih segar sehingga pembaca lebih nyaman untuk membaca.
Sesampai alun-alun Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo, berputar mencari kantor kelurahan pada sisi barat alun-alun. Kami menaiki jalan setapak menanjak berguyur rintik hujan di malam hari.
Kami melihat sebuah bangunan bertembok warna merah muda yang menjual berbagai macam makanan ringan dan kebutuhan rumah tangga serta pernak pernik lain. "Lhoh kok ada tulisan ' Tbm Al-bidayah Puntuksari Sapuran ' ? Ini warung apa TBM ? " kami berbicara dalam hati sambil ditunjukkan untuk masuk melalui pintu utama yang terletak di samping.
Kami masuk ke dalam warung, eh TBM maksud kami. Bukan membahas warung tersebut. Cukup langka, TBM yang pernah menjadi juara 1 TBM Kelurahan se Indonesia tahun 2011 ini memiliki warung sebagai usaha mandiri yang dikelola oleh pengurus sendiri. "Laba dari penjualan, sudah mencukupi pembelanjaan buku dan operasional TBM setiap bulan." tutur Dimas, pemilik TBM.
Pintu terbuka dan kami langsung masuk ke dalam TBM yang telah berpindah lokasi ketiga kalinya ini. Kami disambut oleh sebuah tokoh kartun asal Jepang yang terpajang pada samping rang buku. Super hero Saint Seiya berkostum warna putih ini memisahkan antara ornamen bebatuan berhias wayang dengan deretan rak lain. Tampak pada gambar, beberapa orang sedang asyik melihat admin pengelola TBM memainkan keyboardnya.
Area membaca lesehan (duduk di lantai) dan area membaca dengan kursi di atur dengan rapi. Desain interior tampak cantik dengan balutan warna hijau muda diberi wall sticker yang semakin memperindah tampilan. Warna hijau memang membuat mata menjadi lebih segar sehingga pembaca lebih nyaman untuk membaca.






0 comments:
Posting Komentar